Sunday, October 6, 2013

6 Perkara baik oleh Orang yang baik



بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العلمين

Hidup di dunia, hidup bermasyarakat, hidup dengan orang banyak, bermacam-macam karakter manusia, berbagai jenis kepribadian, bahkan semua hal dari setiap insan itu berbeda. Banyak pula hal-hal bai yang dapat di kerjakan, banyak pula hal-hal yang baik yang berusaha di kerjakan sak pol kemampuan . Namun, ada hal-hal tertentu yang bila di kerjakan oleh orang-orang yang tertentu juga itulah yang dapat menjadikannya memiliki nilai plus plus (+_+) .. haha :D

Salah satu hal yang menginspirasi beberapa waktu yang lalu .. Dan baru hari ini (05/10/2013) baru bisa ter-ketik-kan . hehe .. 

Yang pertama
Orang yang Adil itu Baik
Dapat diambil contoh sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalkan saja orang tua, orang tua harus dapat bersikap adil kepada semua anak-anaknya, Mulai dari kasih sayang mulai dari pembinaan, perlindungan terhadap anak, atau bahan secara materi pun pembagiannya harus adil (sesuai) bukan bermaksud nominal nya sama, namun dilihat dari berbagai sisi, kebutuhan atau banyak hal lain yang harus diperhatian orang tua pada anaknya .. Namun, yang lebih "pas" itu adalah seorang Pemimpin, yang mana Pemimpin itu bersikap Adil terhadap rakyatnya . Perlakuan pemimpin yang meberikan contoh yang baik, serta pelayanan yang baik (mengurusi pada rakyatnya), menjalanan kewajibannya (tidak dengan niat yang "neko-neko" .. yaa cinta negeri laahh .. Itu adalah sebaik-baiknya orang yang bersikap Adil ya Pemimpin yang Adil .. >> Pemimpin yang dapat berbuat Adil<<

Yang kedua
Orang yang Dermawan itu baik
Ngga bisa dipungkiri, semua hal di dunia itu asti membutuhkan biaya, bahkan untuk menunjang mendapat pendidikan yang layak pun harus memiliki biaya. Dimisalkan, buku untuk sekolah, sarana praktek pembelajaran, materi-materi penunjang, alat tulis yang dapat digunakan, biaya untuk sekolah itu sendiri, bahkan gedung-gedung sekolah pun, semua itu memiliki sesuatu yang penting yaitu biaya. Baimana orang tua dapat menyekolahkan anaknya, karena setiap orang tua pasti ingin anaknya memiliki cukup bekal ilmu untuk kehidupan di masa yang akan datang. Ataupun bukan hanya untuk keluarganya, melainkan juga untuk lingkungan, masyarakat sekitar, sarana-sarana umum lainnya, seperti Pembangunan Gedung Sekolah, Pembangunan Sarana Perpustakaan, Pembangunan Laboratorium, dan bahkan untuk Pembangunan Sarana Ibadah (seperti Pembangunan Masjid misalnya). Itu semua memerlukan dana dari para orang-orang yang (Alhamdulillah) memiliki dana yang berkecukupan, dan (biasanya sih) orang-orang yang dermawan itu pun banyak disenangi orang lain, karna ketersediaannyma untuk ikut andil dalam segala hal yang membutuhkan kontribusi lebih bagi lingkungan sekitar. Jadi wajar bila dikatakan Sebaik-baiknya orang yang dermawan itu adalah orang-orang yang memiliki kecukupan harta yang berlebih. >> Orang Kaya yang Dermawan<<

Yang ketiga
Orang yang mutawarik itu baik
Mutawarik itu sendiri adalah berhati-hati. Hati-hati dalam segala hal, prilaku kesehariannya, berucap, dari hal yang mungkin itu terlihat ataupun hal yang kecil yang tidak terlihat, semuanya ia kerjakan dengan hati-hati. Karena mempersungguhnya tidak mau melakukan hal yang kurang sesuai dengan aturan yang telah ada. Banyak hal yang dapat dimisalkan, kita ambil beberapa contoh, seorang dosen yang berusaha mengajarkan mahasiswanya (menyampaikan materi perkuliahannya dengan baik) dan mahasiswa yang berusaha mendatangi kelas, bertemu dosen, dan mengerjakan tugas-tugas (yang semua itu memang adalah suatu keteraturan kehidupan). Seorang pekerja layanan publik (layanan kemasyarakatan) yang berusaha menjalankan tugasnya dengan baik agar masyarakat dapat nyaman. Ataupun segala hal keduniaan ataupun segala hal keagamaan yang dapat dimisalkan, itu berhati-hati adalah baik. Yaitu orang yang berilmu (memiliki ilmu) lah yang paling "pas" jika dikatakan dia lah yang sebaik-baiknya orang yang berhati-hati. Karena bila dia sudah tau ilmunya, dia akan mengetahui hal-hal apa sajakah yang sesuai untuk di kerjaan dan yang tidak sesuai untuk tidak di kerjakan. >>Ulama (seseorang yang telah berilmu) yang Mutawarik<<

Yang keempat
Orang yang sabar itu baik
Sabar, berusaha memahami prilaku orang lain (yang bahkan dia sampai mengalah untuk orang tersebut). Namun sebaik-baiknya orang yang sabar adalah orang yang dapat melihat sisi kehidupan dari arah yang terendah sekalipun, kemudian sekitar, baru setelah itu keatas. Tidak mudah menuntut ini itu, melihat kedalam diri sediri, dan memahaminya juga untuk orang lain. Dan orang yang paling pas untuk bersabar itu adalah orang yang faqir.. >>Orang faqir yang ahli sabar<<

Yang kelima
Orang yang bertaubat itu baik
Tidak ada satu orang pun didunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kesalahan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Kesalahan yang disadari ataupun yang tidak disadari. Mungkin ini menjadi dalah satu hal yang dapat menguatkan agar setiap orang itu harus mau di koreksi, pentignya menerima masukan, pentingnya melihat ke dalam diri sendiri. Bukan hanya mengoreksi orang lain terus, bukan hanya mengecap 'tidak baik" pada orang lain.. Yaa lihat dari segala aspek, bahkan yang luarnya terlihat bagus belum tentu dalamnya juga bagus. Diri sendiri ataupun orang lain. Karena setiap orang pasti punya kelemahan, kesalahan, dan ketidaksempurnaan.  Dan sebaik-baiknya orang yang bertaubat itu adalah kaum muda. >>Orang muda yang berTaubat<<

Yang keenam
Orang yang malu itu baik
Namun sebaik-baiknya orang yang malu itu adalah perempuan yang malu bila tidak menjaga pada dosa, baik itu terhadap diri sendiri, ataupun segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kerukunan dengan kesesama manusia, dan aturan-aturan agama .. >>Perempuan yang Malu"


Demikian, semoga bermanfaat dan dapat saling mengingatkan.

No comments:

Post a Comment